Manitoba Hydro power sales trigger development of new hydro
08 June 2011
Premier of Manitoba Greg Selinger has announced that recent agreements signed by Manitoba Hydro for the sale of electricity to utilities in the US will require the construction of new hydroelectric generating capacity in the Canadian province.
In a statement, the Premier said that the agreements for the sale of 250MW of electricity to Minnesota Power and a 100MW sale to Wisconsin Public Service will trigger the development of the 695MW Keeyask Generating Station on the lower Nelson River, 175km northeast of Thompson in the Split Lake Resource Management Area.
Keeyask is to be developed by a partnership consisting of Manitoba Hydro and the Keeyask Cree Nations-Tataskweyak Cree Nation, War Lake First Nation, Fox Lake Cree Nation, and York Factory First Nation. The $5.6B project will provide some 4,500 person-years of construction employment, said Selinger.
“I am very pleased that Manitoba Hydro is moving forward with these power sales which will significantly increase our exports and lead to further development of Manitoba’s renewable hydro power resources,” stated Selinger. “These sales will add to Manitoba’s reputation as a sustainable energy leader and help reduce global greenhouse-gas emissions by reducing the need for thermal generation in the United States. At the same time, the development of Keeyask will deliver jobs, training and business opportunities to the Keeyask Cree Nations, the north and all of Manitoba.”
“Today’s announcement demonstrates there is strong interest in Manitoba hydro power in US markets, resulting in the need to advance construction of new generation and a new interconnection with the US that will broaden and diversify our customer base, increase our revenues and contribute to reliable, cost-effective future electricity supply for Manitobans,” addedd Bob Brennan, president and CEO, Manitoba Hydro.
The 250MW power sale to Minnesota Power over a 15-year period from 2020 to 2035 requires an additional interconnection between Manitoba and the US which will provide increased export capability and reliability benefits for Manitoba, explained Selinger.
The 100MW power sale agreement to Wisconsin Public Service covers the 2021-2027 period. Negotiations are continuing to expand the Wisconsin sale to 500MW which would require construction of the Conawapa Generating Station, the premier said, adding with these sales, Manitoba Hydro and its partners are reviewing scheduling and other requirements for moving forward with Keeyask.
Manitoba Hydro’s construction program also includes the Bipole III transmission line, being developed for a 2017 in-service date to provide reliability for Manitoba customers. Bipole III will also be utilized to transmit power from Keeyask and the 1485MW Conawapa Generating Station, supporting expanded electricity export sales outside of Manitoba’s borders. The Conawapa site is located in the Fox Lake Cree Nation Resource Management Area.
Sale agreements with Minnesota Power and Wisconsin Public Service will require regulatory approval in Canada and the US.
Buyer's Guide
Search 100's of products or companies
Search Product
Search Company
Site Search
Site and archive search
Keyword Search
International Water Power and Dam Construction ©2011
Published by Global Trade Media, a trading division of Progressive Media Group Ltd.
Terms & Conditions
Digital Electronics Design Read the Latest Electronics Design News & Daily Updates from EW- www.ElectronicsWeekly.com/Design
Halaman
Digital Electronics Design
Read the Latest Electronics Design News & Daily Updates from EW- www.ElectronicsWeekly.com/Design
Minggu, 12 Juni 2011
FaktaIlmiah.com
Teleskop Radio menangkap Citra Terbaik Jet Lubang Hitam
Suka dengan artikel ini?
|More
Selasa, 24 Mei 2011 - Sebuah tim internasional, termasuk para peneliti yang didanai NASA, menggunakan teleskop radio yang berada di sepanjang belahan Bumi selatan menghasilkan citra jet-jet partikel paling detail yang meletus dari sebuah lubang hitam supermasif di sebuah galaksi dekat.
“Jet-jet ini muncul saat materi yang jatuh mendekati lubang hitam, namun kami belum tahu detail bagaimana ia terbentuk dan mempertahankan ujudnya,” kata Cornelia Mueller, penulis utama studi dan seorang mahasiswa doktoral di Universitas Erlangen-Nuremberg di Jerman.
Citra baru ini menunjukkan sebuah daerah kurang dari 4.2 tahun cahaya saja lebarnya – kurang dari jarak matahari kita dengan bintang terdekat. Tampilan pemancar radio seukuran 15 hari cahaya dapat dilihat, membuat ini merupakan gambaran jet galaksi resolusi tertinggi. Studi ini juga akan muncul dalam edisi Juni jurnal Astronomy and Astrophysics dan tersedia secara online.
Mueller dan timnya mentargetkan Centaurus A (Cen A), sebuah galaksi dekat dengan sebuah lubang hitam supermasif seberat 55 juta kali massa matahari. Juga dikenal sebagai NGC 5128, Cen A berada sekitar 12 juta tahun cahaya di rasi Centaurus dan merupakan salah satu sumber radio langit pertama yang diketahui merupakan galaksi.
Dilihat dalam gelombang radio, Cen A merupakan salah satu benda terbesar dan terterang di langit, hampir 20 kali ukuran tampak bulan purnama. Hal ini karena galaksi tampaknya berada di tengah sepasang cuping pemancar radio raksasa, masing-masing panjangnya hampir satu juta tahun cahaya.
Cuping-cuping ini berisi materi yang mengalir dari jet partikel yang ada di dekat lubang hitam di pusat galaksi. Para astronom memperkirakan kalau materi yang berada di dekat basis jet ini berlari keluar dengan kecepatan sepertiga laju cahaya.
Dengan menggunakan array antar benua terdiri dari sembilan teleskop radio, para peneliti yang tergabung dalam proyekTANAMI (Tracking Active Galactic Nuclei with Austral Milliarcsecond Interferometry – Pelacakan Inti Galaksi Aktif dengan Interferometri Miliarcdetik Selatan) mampu dengan efektif memperbesar citra relung terdalam galaksi ini.
“Teknik komputer canggih memungkinkan kali menggabungkan data dari teleskop individual untuk menghasilkan citra-citra dengan ketajaman satu teleskop raksasa yang ukurannya sebesar planet Bumi itu sendiri,” kata Roopesh Ojha dari Pusat Penerbangan Ruang Angkasa Goddard milik NASA di Greenbelt.
Keluaran energi besar galaksi seperti Cen A datang dari gas yang jatuh ke lubang hitam seberat jutaan kali massa matahari. Lewat proses yang belum dimengerti sepenuhnya, sebagian materi yang jatuh ini terlontar dalam jet-jet berlawan arah dengan kecepatan mendekati laju cahaya. Citra detil struktur jet ini akan membantu para astronom menentukan bagaimana mereka terbentuk.
Jet-jet ini berinteraksi kuat dengan gas sekitarnya, sehingga mungkin mengubah laju pembentukan bintang di galaksi. Jet berperan penting namun kurang dipahami perannya dalam pembentukan dan evolusi galaksi.
Teleskop antariksa sinar Gamma Fermi milik NASA telah mendeteksi radiasi yang jauh lebih tinggi dari bagian tengah Cen A. “Radiasi ini miliaran kali lebih energetik daripada gelombang radio yang kami deteksi, dan dari mana datangnya masih berupa misteri,” kata Matthias Kadler dari Universitas Wuerzburg di Jerman dan juga kolaborator Ojha. “Dengan TANAMI, kami berharap dapat menjelajahi kedalaman galaksi untuk mengetahuinya.”
Ojha didanai lewat proyek penyelidikan Fermi pada studi multipanjang gelombang Inti Galaksi Aktif.
Para astronom berterima kasih pada kemajuan berkelanjutan dalam Australian Long Baseline Array (LBA) atas peningkatan resolusi dan mutu gambar besar-besaran TANAMI. Proyek ini menggabungkan LBA dengan teleskop-teleskop di Afrika Selatan, Chili dan Antartika untuk menjelajahi jet-jet galaktik terterang di langit selatan.
Teleskop luar angkasa sinar gamma Fermi milik nasa adalah sebuah hasil kerjasama astrofisika dengan fisika partikel yang dikembangkan bersama oleh Departemen Energi AS, berbagai lembaga dan mitra akademis dari Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Swedia dan AS. Australia Long Baseline Array adalah bagian dari Fasilitas Nasional Teleskop Australia, yang didanai Pemerintah Australia dalam operasinya sebagai Fasilitas Nasional yang diatur oleh Organisasi Riset Ilmiah dan Industri Persemakmuran.
Untuk multimedia terkait, kunjungi : http://svs.gsfc.nasa.gov/goto?10770
Sumber berita:
NASA/Goddard Space Flight Center.
Artikel Terkait · Komentar · Rekomendasi · Penulis · Kutip · Artikel terbaru FaktaIlmiah.com
Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Kategori/Tags:
Berita Fisika / astrofisika astronomi galaksi lubang hitam teleskop antariksa
Kata kunci yang datang dari Mesin Pencari:
15 fakta mengenai gelombang radio data teleskop radio melalui komputer teleskop radio
Bagikan / Print / Email
Ingin mengutip artikel ini dalam esai, tulisan, atau laporan Anda? Gunakan salah satu dari format berikut:
APA MLA
Berita dan Fakta Ilmiah Harian (Selasa, 24 Mei 2011). Teleskop Radio menangkap Citra Terbaik Jet Lubang Hitam. FaktaIlmiah. Diperoleh pada Monday, June 13th, 2011, dari http://www.faktailmiah.com/2011/05/24/teleskop-radio-menangkap-citra-terbaik-jet-lubang-hitam.html
Berita dan Fakta Ilmiah Harian. "Teleskop Radio menangkap Citra Terbaik Jet Lubang Hitam" FaktaIlmiah Tuesday, May 24th, 2011. Monday, June 13th, 2011
1. Rekonstruksi Iklim 3 Juta Tahun Lalu membantu Ilmuan Memahami Perubahan Iklim
2. Observatorium Dinamika Surya NASA menangkap keberadaan gelombang Peselancar
3. Lima Perguruan Tinggi Indonesia mengikuti Shell Eco-Marathon 2011
4. Lubang Hitam berputar Semakin Lama Semakin Cepat
5. Dampak Ekologis Besar di Garis Pantai Artik akibat Perubahan Iklim Global
1. Teori Chaos
2. Porphyrin, Revolusi Amerika, dan Drakula
3. Rekonstruksi Iklim 3 Juta Tahun Lalu membantu Ilmuan Memahami Perubahan Iklim
4. Persepsi Gerakan
5. Kluster Bintang
6. Belajar Bekerjasama dari Monyet Capuchin
7. Sistem Syaraf
8. Pernikahan itu Baik untuk Kesehatan Fisik dan Mental
9. Observatorium Dinamika Surya NASA menangkap keberadaan gelombang Peselancar
10. Materi Gelap
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media
Buzz Followers
Facebook Fans
Twitter Followers
Rss/Atom Feeds
Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email
Sponsors
Aktifitas
profile
Fakta Ilmiah dot com
faktailmiah
faktailmiah profile
faktailmiah Teori Chaos http://goo.gl/fb/djWBZ #teorimatematika #chaosdiskrit #interval #matematika #topologi #transitivitas 8 minutes ago · reply · retweet · favorite
faktailmiah profile
faktailmiah Porphyrin, Revolusi Amerika, dan Drakula http://goo.gl/fb/Tcz2o #berpikirilmiah #biologisel #kegilaan #porphyria 21 minutes ago · reply · retweet · favorite
faktailmiah profile
faktailmiah Rekonstruksi Iklim 3 Juta Tahun Lalu membantu Ilmuan Memahami Perubahan Iklim http://goo.gl/fb/Yqclc #beritafisika 21 minutes ago · reply · retweet · favorite
Join the conversation
© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.
Suka dengan artikel ini?
|More
Selasa, 24 Mei 2011 - Sebuah tim internasional, termasuk para peneliti yang didanai NASA, menggunakan teleskop radio yang berada di sepanjang belahan Bumi selatan menghasilkan citra jet-jet partikel paling detail yang meletus dari sebuah lubang hitam supermasif di sebuah galaksi dekat.
“Jet-jet ini muncul saat materi yang jatuh mendekati lubang hitam, namun kami belum tahu detail bagaimana ia terbentuk dan mempertahankan ujudnya,” kata Cornelia Mueller, penulis utama studi dan seorang mahasiswa doktoral di Universitas Erlangen-Nuremberg di Jerman.
Citra baru ini menunjukkan sebuah daerah kurang dari 4.2 tahun cahaya saja lebarnya – kurang dari jarak matahari kita dengan bintang terdekat. Tampilan pemancar radio seukuran 15 hari cahaya dapat dilihat, membuat ini merupakan gambaran jet galaksi resolusi tertinggi. Studi ini juga akan muncul dalam edisi Juni jurnal Astronomy and Astrophysics dan tersedia secara online.
Mueller dan timnya mentargetkan Centaurus A (Cen A), sebuah galaksi dekat dengan sebuah lubang hitam supermasif seberat 55 juta kali massa matahari. Juga dikenal sebagai NGC 5128, Cen A berada sekitar 12 juta tahun cahaya di rasi Centaurus dan merupakan salah satu sumber radio langit pertama yang diketahui merupakan galaksi.
Dilihat dalam gelombang radio, Cen A merupakan salah satu benda terbesar dan terterang di langit, hampir 20 kali ukuran tampak bulan purnama. Hal ini karena galaksi tampaknya berada di tengah sepasang cuping pemancar radio raksasa, masing-masing panjangnya hampir satu juta tahun cahaya.
Cuping-cuping ini berisi materi yang mengalir dari jet partikel yang ada di dekat lubang hitam di pusat galaksi. Para astronom memperkirakan kalau materi yang berada di dekat basis jet ini berlari keluar dengan kecepatan sepertiga laju cahaya.
Dengan menggunakan array antar benua terdiri dari sembilan teleskop radio, para peneliti yang tergabung dalam proyekTANAMI (Tracking Active Galactic Nuclei with Austral Milliarcsecond Interferometry – Pelacakan Inti Galaksi Aktif dengan Interferometri Miliarcdetik Selatan) mampu dengan efektif memperbesar citra relung terdalam galaksi ini.
“Teknik komputer canggih memungkinkan kali menggabungkan data dari teleskop individual untuk menghasilkan citra-citra dengan ketajaman satu teleskop raksasa yang ukurannya sebesar planet Bumi itu sendiri,” kata Roopesh Ojha dari Pusat Penerbangan Ruang Angkasa Goddard milik NASA di Greenbelt.
Keluaran energi besar galaksi seperti Cen A datang dari gas yang jatuh ke lubang hitam seberat jutaan kali massa matahari. Lewat proses yang belum dimengerti sepenuhnya, sebagian materi yang jatuh ini terlontar dalam jet-jet berlawan arah dengan kecepatan mendekati laju cahaya. Citra detil struktur jet ini akan membantu para astronom menentukan bagaimana mereka terbentuk.
Jet-jet ini berinteraksi kuat dengan gas sekitarnya, sehingga mungkin mengubah laju pembentukan bintang di galaksi. Jet berperan penting namun kurang dipahami perannya dalam pembentukan dan evolusi galaksi.
Teleskop antariksa sinar Gamma Fermi milik NASA telah mendeteksi radiasi yang jauh lebih tinggi dari bagian tengah Cen A. “Radiasi ini miliaran kali lebih energetik daripada gelombang radio yang kami deteksi, dan dari mana datangnya masih berupa misteri,” kata Matthias Kadler dari Universitas Wuerzburg di Jerman dan juga kolaborator Ojha. “Dengan TANAMI, kami berharap dapat menjelajahi kedalaman galaksi untuk mengetahuinya.”
Ojha didanai lewat proyek penyelidikan Fermi pada studi multipanjang gelombang Inti Galaksi Aktif.
Para astronom berterima kasih pada kemajuan berkelanjutan dalam Australian Long Baseline Array (LBA) atas peningkatan resolusi dan mutu gambar besar-besaran TANAMI. Proyek ini menggabungkan LBA dengan teleskop-teleskop di Afrika Selatan, Chili dan Antartika untuk menjelajahi jet-jet galaktik terterang di langit selatan.
Teleskop luar angkasa sinar gamma Fermi milik nasa adalah sebuah hasil kerjasama astrofisika dengan fisika partikel yang dikembangkan bersama oleh Departemen Energi AS, berbagai lembaga dan mitra akademis dari Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Swedia dan AS. Australia Long Baseline Array adalah bagian dari Fasilitas Nasional Teleskop Australia, yang didanai Pemerintah Australia dalam operasinya sebagai Fasilitas Nasional yang diatur oleh Organisasi Riset Ilmiah dan Industri Persemakmuran.
Untuk multimedia terkait, kunjungi : http://svs.gsfc.nasa.gov/goto?10770
Sumber berita:
NASA/Goddard Space Flight Center.
Artikel Terkait · Komentar · Rekomendasi · Penulis · Kutip · Artikel terbaru FaktaIlmiah.com
Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Kategori/Tags:
Berita Fisika / astrofisika astronomi galaksi lubang hitam teleskop antariksa
Kata kunci yang datang dari Mesin Pencari:
15 fakta mengenai gelombang radio data teleskop radio melalui komputer teleskop radio
Bagikan / Print / Email
Ingin mengutip artikel ini dalam esai, tulisan, atau laporan Anda? Gunakan salah satu dari format berikut:
APA MLA
Berita dan Fakta Ilmiah Harian (Selasa, 24 Mei 2011). Teleskop Radio menangkap Citra Terbaik Jet Lubang Hitam. FaktaIlmiah. Diperoleh pada Monday, June 13th, 2011, dari http://www.faktailmiah.com/2011/05/24/teleskop-radio-menangkap-citra-terbaik-jet-lubang-hitam.html
Berita dan Fakta Ilmiah Harian. "Teleskop Radio menangkap Citra Terbaik Jet Lubang Hitam" FaktaIlmiah Tuesday, May 24th, 2011. Monday, June 13th, 2011
1. Rekonstruksi Iklim 3 Juta Tahun Lalu membantu Ilmuan Memahami Perubahan Iklim
2. Observatorium Dinamika Surya NASA menangkap keberadaan gelombang Peselancar
3. Lima Perguruan Tinggi Indonesia mengikuti Shell Eco-Marathon 2011
4. Lubang Hitam berputar Semakin Lama Semakin Cepat
5. Dampak Ekologis Besar di Garis Pantai Artik akibat Perubahan Iklim Global
1. Teori Chaos
2. Porphyrin, Revolusi Amerika, dan Drakula
3. Rekonstruksi Iklim 3 Juta Tahun Lalu membantu Ilmuan Memahami Perubahan Iklim
4. Persepsi Gerakan
5. Kluster Bintang
6. Belajar Bekerjasama dari Monyet Capuchin
7. Sistem Syaraf
8. Pernikahan itu Baik untuk Kesehatan Fisik dan Mental
9. Observatorium Dinamika Surya NASA menangkap keberadaan gelombang Peselancar
10. Materi Gelap
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media
Buzz Followers
Facebook Fans
Twitter Followers
Rss/Atom Feeds
Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email
Sponsors
Aktifitas
profile
Fakta Ilmiah dot com
faktailmiah
faktailmiah profile
faktailmiah Teori Chaos http://goo.gl/fb/djWBZ #teorimatematika #chaosdiskrit #interval #matematika #topologi #transitivitas 8 minutes ago · reply · retweet · favorite
faktailmiah profile
faktailmiah Porphyrin, Revolusi Amerika, dan Drakula http://goo.gl/fb/Tcz2o #berpikirilmiah #biologisel #kegilaan #porphyria 21 minutes ago · reply · retweet · favorite
faktailmiah profile
faktailmiah Rekonstruksi Iklim 3 Juta Tahun Lalu membantu Ilmuan Memahami Perubahan Iklim http://goo.gl/fb/Yqclc #beritafisika 21 minutes ago · reply · retweet · favorite
Join the conversation
© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.
Langganan:
Komentar (Atom)